Berbagi informasi seputar dunia pendidikan masa lampau, sekarang dan masa yang akan datang demi menggali dan meninggkatkan potensi pendidikan

Showing posts with label HISTORY. Show all posts
Showing posts with label HISTORY. Show all posts

Tuesday, January 23, 2018

Explore Sumatra Barat di Penghujung Tahun 2017 dan Awal Tahun 2018

January 23, 2018 0
Hallo sahabat internet semuanya, bagaimana awal tahun kalian? semoga menyenangkan ya, selalu semangat untuk mengisi lembaran baru di tahun 2018 ini. Oke sahabat kali ini Admin ingin berbagi cerita mengenai destinasi wisata yang menakjubkan di Sumatra Barat. Nah sahabat pada akhir tahun 2017, Admin dan kawan-kawan mencoba menjelajahi alam Sumatra Barat, yang ternyata sangat luar biasa menakjubkan, ya… inilah Indonesia dengan sejuta pesona wisatanya.
Admin dan kawan-kawan merupakan rombongan dari Provinsi Jambi yang sengaja ingin menjelajah alam Sumbar. Tepat pada tanggal 31 Desemeber 2017 Admin dan kawan-kawan sampai di Sumatera Barat, tepat pada pagi hari dan langsung menuju ke desitnasi pertama kita sambil menikmati sarapan pagi bersama team.

1.     Pantai Air Manis
Di awali dengan destinasi pertama yaitu mengunjungi tempat wisata yang satu ini, tentunya tidak asing lagi bagi sahabat semua, karena ada cerita yang melegenda di pantai ini, yaitu batu Malin Kundang. Admin dan team tidak terlalu lama berkunjung di pantai Air Manis, karena kita semua sudah sering berkunjung, kali ini hanya sebagai syarat saja dan juga sekedar mencari tempat sarapan pagi yang berbeda tentunya. Akhirnya Admin dan team melanjutkan perjalanan ke destinasi wisata selanjutnya.
2.     Pantai Padang
Siapa yang tidak mengenal pantai ini, pantai yang membatasi kota padang dengan Samudra Hindia. Pantai ini sangat ramai karena berada di pusat kota, namun kami semua hanya lewat saja karena sudah sering berkunjung, namun tetap wah untuk di nikmati pemandangan lautnya dan juga kuliner khas pantainya.
3.     Pantai Gandoriah

Masih seputar pantai ya sahabat, nah pantai yang satu ini merupakan destinasi kami selanjutnya, pantai ini berada di Pariaman, Sumatera Barat. Mengapa kami kesini, karena alasan ingin menikmati putihnya pasir pantai dan juga wisata kulinernya, makan siang telah tiba, kami memutuskan untuk beristirahat sejenak disini. Tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, nah tepat di sore harinya kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya, kali ini masih berada di wilayah yang sama di Pariaman, kita menuju ke sebuah pulau yaitu Pulau Angso Duo.
4.     Pulau Angso Duo
Pulau kecil yang berada di seberang pantai gandoriah ini memiliki keindahan alam yang luar biasa, pasir putih bersih, dan jernihnya air laut di selingi nyiur di tepian pulau, sangat menakjubkan, disini kami lumayan lama karena betah sekali dan kali pertama tentunya mengunjungi pulau ini. Sesi pemotretan untuk di jadikan moment pun terus kami lakukan, sampai tiba waktu menjelang petang kami memutuskan untuk kembali ke pantai. Puas kali ini sahabat…. Sesampainya di pantai kami menuju kembali ke kota Padang untuk menikmati malam tahun baru disana. Meskipun cuaca pada saat itu gerimis mengundang, kami tetap antusias menunggu malam pergantian tahun. Tepat pukul 00.00 Wib, kita berada di Taplau, Padang menikmati kembang api. Oke kita sudah berada di tahun 2018 sekarang, setelah selesai menikmati malam pergantian tahun kami melanjutkan ke destinasi berikutnya.
5.     Puncak Lawang
Setelah menikmati malam tahun baru kami lanjutkan ke tempat wisata yang tidak kalah menakjubkan, yaitu Puncak Lawang, tepatnya di Kabupaten Agam Sumatra Barat. Dalam perjalanan kita melewati air terjun Lembah Anai yang pada saat itu masih dalam kondisi yang kurang baik, karena air meluap hingga ke jalanan, sangat berbahaya… beginilah kondisi alam di Sumatra Barat, karena wilayahnya pegunungan sehingga rawan terhadap bencana banjir dan lonsor. Nah di pagi hari kami tiba di Puncak Lawang, kami di sambut dengan pekatnya kabut pada saat itu, awalnya kami pesimis bisa menikmati surga di sini, karena tebalnya kabut yang menyelimuti bukit-bukit pada saat itu. Akhirnya kami memutuskan untuk menikmati sarapan pagi terlebih dahulu. Setelah hari mulai cerah, kabut sudah mulai hilang kami menuju destinasi yang kelima, Puncak Lawang. Belum sampai lokasi kami di suguhi pemandangan danau maninjau yang tertutup awan-awan yang sangat mempesona, di selingi bukit barisan yang asri. Nah tibalah di tempat tujuan, wah…. Kalimat ini mungkin pantas untuk pesona Indonesia satu ini “Negeri diatas Awan”. Sejuknya udara pagi dan pemandangan yang mungkin tidak akan selesai jika Admin bercerita disini.
6.     Ngarai Sianok dan Jam Gadang
Lanjut kedestinasi berikutnya, ngarai sianok, ya tempat wisata yang ada di Bukittinggi ini juga sangat menarik untuk dikunjungi, selain keindahan alam kita juga bisa menyaksikan langsung peninggalan sejarah penjajahan Jepang di Sumatra, yaitu di Lobang Jepang yang berada pada diding ngarai sianok. Selain itu kita juga bisa langsung menuju ikonik kota Bukittinggi yaitu Jam Gadang.
7.     Kelok Sembilan
Destinasi terakhir adalah melihat keindahan jalan laying yang ada di Payakumbuh, yaitu kelok Sembilan, jalan yang berliku ini sangat indah jika dilihat dari atas ataupun dari bawah. Asal jangan hati kita yang berkelok-kelok saja ya sahabat.

Demikian perjalanan wisata yang saya lakukan di Sumatra Barat bersama dengan Team, sangat memuaskan sekali sahabat, dan tentunya dapat meningkatkan semangat kembali, sebagai Mood Booster kita. Nah bagaimana sahabat ? apakah mau mencoba berkeliling Sumbar ? jangan lupa Admin di ajak ya hehehe… Salam…Admin….

Thursday, December 21, 2017

Sahabat-sahabatku di Masa Kecil

December 21, 2017 1
Sahabat-sahabatku di Masa Kecil
Cerita tentang masa kecil ini Admin tuliskan buat para sahabatku di masa kecil yang kini telah dewasa, cerita ini untuk mengingatkan kembali kisah kita di masa kecil dulu. Karena hanya kenanganlah yang tersisa, yang bisa mengingatkan kita di saat kecil dulu.  Tak mungkin waktu bisa berputar kembali, meski kini kita telah dewasa namun ini sangat berarti, dengan tulisan ini Admin mengajak sahabat untuk sejenak menoleh kebelakang, bagaimana kita dulu bersama-sama, indahnya masa-masa itu, dengan kenakalannya, jahilnya, nangisnya, berantemnya… astaga cukup lama waktu ini telah berjalan. Sahabat-sahabatku semoga kalian semua membaca ini, semoga kalian semua terkenang dengan masa kita dulu. Meski kini para sahabatku sudah sukses dengan karirnya masing-masing saya yakin sekali cerita ini dapat memberikan arti bagi kalian semua.
Aku sangat menikmati masa kecilku, meski tidak semua aktivitas dulu tersimpan dalam foto kenangan tapi aku masih ingat betul apa saja yang selalu aku dan sahabat-sahabatku lakukan. Kalau aku sendiri orang tua bilang orangnya pecicilan hehehe apa itu pecicilan, ya orang yang tidak bisa tenang selalu bertingkah, tapi sahabat kecilku juga lecih pecicilan lho… selalu ada ide-ide cemerlang untuk melakukan berbagai aktivitas, dan tentunya aktivitas itu hanyalah main, main, dan main. Tidak apa-apa ya, namanya juga anak-anak.
Mari kita ulas satu-persatu ya sahabat-sahabatku, saya akan menyebutkan nama kalian semua agar kalian semua tahu. Oke langsung saja mulai dari sahabatku yang pertama:
1.     Ahmad Khanif Rio Pambudi
Ini Rio panggilannya, dulu waktu kecilnya fans Max Biaggi, tahu lah ya, itu lho mantan rider Mottogp, ya ini adalah sahabat kecilku yang selalu mengisi hari-hari bersamaan, dari main mobil-mobilan sampai masuk comberan tetangga, dulu waktu kecil sih kita cita-citanya jadi supir mobil truk sama mobil tangki hihi, main Egrang yang di buat sama mbah kakungnya, kalau main kelereng dan main gambaran kami berdua selalu “bolonan” alias kerjasama hihihi ngakalin kawan yang lain, suka main ke rawa bareng mincing rong, alias mincing ikan lembat di dalam lubang, kalau bulan puasa main mercon ngerjain orang dewasa, main meriam bamboo “ Jeblukan” sampai kebakar alisnya, main tamiya juga gak ketinggalan, hayo apa mobil cepatmu dulu, ah Magnum kan ? hahaha, kalo lagi musimnya hari-hari bengkel mobilnya biar kencang, kita selalu punya misi-misi jahil dan menyenangkan pada masa itu.
2.     Rudi Santoso
Ini Rudi panggilannya, sahabat kecilku yang tidak kalah jahilnya dengan Rio, dulu kami satu kelas di sekolah dasar, setiap pulang sekolah pasti janjiannya mincing, itu seakan sudah menjadi rutinitas ya, aslinya saya sendiri kalau main di rawa atau di sungai kalau ketahuan bisa-bisa dirumah di omelin sampe hehehe nangis, tapi tidak pernah menggubris aku dan sahabatku satu ini selalu main di sungai, apalagi jeguran, alias mandi tanpa sehelai benang di sungai hahaha, inget kali pandan ya sahabat, saya sampai dibawakan kayu karena ketahuan mandi disungai. Kalau ngaji kita juga bareng, wah alim ya…. Tapi di tempat ngaji juga bandelnya minta ampun, pecicilan sana-sini, ingat sama pak Wan guru ngaji kita dulu kan? Mungkin dulunya beliau capek ngurusin kita ya hehehe, siapa yang manjat di phon karet terus jatuh tangannya kesleo, ya ini dia orangnya Rudi Santoso namanya. Tapi ini shabatku yang punya pribadi baik lho, kita tidak pernah marahan dari kecil.
3.     Hendriko Setiawan
Ini Hendriko, kalau pak Tugimin mangginya Anliko, kalau kami dulu manggilnya kampret, yah kasar banget, ada yang pernah dimarah nih sma bokapnya gara-gara manggil kampret, nah sekarang di ganti panggilannya kecek, ini dulu langganan saya beli kelereng waktu kecil, kalau habis beli langsung main, kalau kalah beli lagi, suka main bola berdua, sewa playstasion main dirumah sampai pagi, udah sewa di jemput nyokapnya. Kalo ngaji sepedanya jadi langganan, di pinjem pinjem, haha salahnya punya sepeda baru.
4.     Anang Wijaya
Nah kalo yang satu ini panggilannya Anang, karena dulu yang paling kecil, ini teman kecil yang jadi bulan-bulanan sama si Rio nih, Rio dan saya senang mengerjai Anang, ya kita main sepeda bareng bertiga, melewati kebun karet, main becek dengan sepeda, sekiranya anang sedang melintasi jalan yang becek kami berdua tinggal ngebuttttt, akhirnya nangis deh… oh jahatnya, tapi kalo sekarang mungkin bisa di balik nih, Anang sekarang punya bandan yang besar, jadi kalau punya niat balas dendam dengan kami berdua, bisa di bogem sama dia hehehe.
5.     Zaenal Arif
Ini arip, kami memanggilnya temon, sekarang pun masih di panggil temon, kalo ini dulu rajanya main kelereng, kalo habis main makan mie telor langsung jitu mainnya, ah mitos aja itu, dulu paling takut dengan mamaknya, karena saya dulu suka ambil jeruk di depan rumahnya hahaha, durian di belakang rumahnya juga banyak. Sekarang sudah sukses dengan karirnya, mudah-mudahan tidak lupa dengan Admin.

Nah sahabat, mungkin tidak bisa saya sebutkan semuanya, karena sangat banyak sekali sahabat-sahabat kecilku yang selalu mengisi hari-hari bersama dulu. Buat sahabat kecilku tetap jaga komunikasi kita ya, jangan sampai saat itu saja cerita kita. Semoga kita bisa sukses dengan karir masing-masing. Kalau ada kalimat yang menyinggung sahabatku, jangan pada marah ya, apalagi pedot kekancan “putus pertemanan”. Salam sahabat-sahabatku….Salam Admin…..